cadanganemasJakarta -Ada 4 perusahaan mendapatkan cadangan emas yang jumlahnya cukup besar di Papua. Namun, semuanya terkendala status hutan lindung, sehingga tidak bisa digali atau dieksploitasi.

“Begini, kita mengambil kebijakan bukan hanya berdasarkan aturan saja. Ada pertimbangan lain, seperti pertimbangan praktisinya, keilmuannya, politisnya juga,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Siti mengatakan, misalnya dari pertimbangan politik, rakyat di Papua banyak yang marah, pasalnya pada kenyataanya kesejahteraannya tidak meningkat ketika ada tambang emas di daerahnya.

“Kalau politiknya bilang rakyat marah, ya masa diberikan izin. Banyak aspeklah tentunya, bahwa presiden itu kebijakannya hutan untuk kesejahteraan rakyat. Masak bolak balik saya kasih ke corporate terus? Maka kita belum akan berikan (izin). Kecuali yang buat jalan, listrik, dan pertanian itu boleh, pertanian kan untuk kedaulatan pangan, listrik untuk kedaulatan energi,” tutupnya.

Seperti diketahui, ada 4 perusahaan yang mendapatkan cadangan emas yang jumlahnya cukup besar di Papua. Namun, semuanya terkendala status hutan lindung.

“Ada sekitar 4 perusahaan, baik Kontrak Karya dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Papua mendapatkan cadangan emas yang luar biasa,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar.

Sukhyar mengatakan, 4 perusahaan tersebut adalah PT. Nabire Bhakti Maining di Kabupaten Paniai, PT Irja Estern di Kabupaten Paniai, dan PT Iriana Mutiara Indenberg di Senggi Kabupaten Keerom, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

“Semuanya sudah eksplorasi, cadangannya luar biasa, itu setara cadangan Newmont di Batu Hijau,” ungkapnya.

Namun, 4 perusahaan tersebut belum dapat mengeksploitasi tambang emasnya, karena status hutan yang dinyatakan sebagai hutan lindung atau konservasi.

“Tapi hutannya statusnya diubah jadi hutan konservasi atau lindung. Itu yang kami minta penjelasan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Empat perusahaan itu tidak bisa ngapa-ngapain,” tutupnya.

sumber: http://finance.detik.com/read/2015/01/09/190919/2799261/1034/4-perusahaan-temukan-cadangan-emas-besar-di-papua-izin-belum-didapat?f9911023

Iklan