asdasdasdasdJakarta – Tim DVI Polda Jawa Timur dibantu tenaga medis dari Kemenkes dan beberapa universitas masih terus berupaya mengidentifikasi jasad korban pesawat AirAsia QZ8501. Tim mengaku tidak mengalami kesulitan selama tes DNA masih bisa dilakukan.

“Enggak (kesulitan). Kita pakai DNA, selama masih ada jaringan dan ada jaringan keluarganya, kita bisa identifikasi,” ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di kantor Kemenkes, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2015).

Nila menjelaskan, proses identifikasi lebih mudah ketika diketahui apa yang dikenakan korban pada hari itu, seperti cincin. Namun jika tidak ditemukan apa yang dikenakan, dilakukan identifikasi fisik.

“Terakhir DNA. Itu keluarga dikumpulkan dan dicocokkan,” tuturnya.

Mengenai penyebab kematian, Nila mengatakan, hal itu bukan merupakan tugas tim identifikasi. Penyebab tewasnya 162 penumpang dan kru pesawat dengan nomor registrasi PK-AXC itu akan diungkapkan oleh KNKT.

“Itu masih dalam penyelidikan dan kita tidak boleh berasumsi, harus dengan bukti,” kata Nila.

Tim akan berusaha semaksimal mungkin mengidentifikasi seluruh jenazah yang telah ditemukan. Hingga siang tadi, telah tercatat 27 jenazah yang sudah teridentifikasi. Sedangkan jenzah yang belum teridentifikasi ada 21 jenazah.

Tim telah mengumpulkan identifikasi dari pihak keluarga. Identifikasi tersebut akan dicocokkan dengan setiap jenazah yang telah dievakuasi.

“Tinggal menunggu jenazahnya, kita doakan saja semuanya bisa ketemu,” tutup Nila.

sumber: http://news.detik.com/read/2015/01/09/174422/2799076/10/menkes-tak-ada-kesulitan-dalam-identifikasi-korban-airasia?9922022

Iklan